sejarah hari jadi kabupaten Karanganyar


Sejarah Hari Jadi Kabupaten Karanganyar
Proses sejarah terbentuknya Kabupaten Karanganyar dimulai sejak tahun 1743 ketika RM. Said, yang dikenal Pangeran Sambernyawa dalam melawan Belanda, menjadikan pusat beberapa daerah : Nglaroh, Matesih, Sembuyan, sebagai daerah pusat perlawanan terhadap Belanda. Daerah pusat perlawanan ini menjadi titik sejarah dan awal dari proses sejarah pertumbuhan pemerintahan. Titik pemerintahan desa ini mempunyai unsur-unsur strategis dan sosial ekonomi.
Pada tahun 1847 , dengan staatsblad 1847, no. 30, tanggal 5 juni Kabupaten Anom (Onderregentschap) karanganyar dibentuk bersama dua Kabupaten Anom : Wonogiri dan Malangjiwan, dalam lingkungan Pemerintahan Kadipaten Mangkunegara. Dalam pemerintahan Kabupaten Anom ini telah terbentuk sistem birokrasi, sistem hukum, sistem ekonomi dan sosial sehingga mewujudkan suatu sistem pemerintahan yang jelas birokrasinya.
Pada tahun 1917, dengan dikeluarkanya Rijksblaad Mangkunegaran tahun 1917, no. 37, dibentuk dua kabupaten dilingkungan Kadipaten Mangkunegaran yaitu:
a.       Kabupaten Karanganyar.
b.      Kabupaten Wonogiri.
Pada tanggal 18 Nopember 1917, Kanjeng Gusti Pangeran Arya Mangkunegara VII, melantik KRMT. Hardjohasmoro sebagai Bupati Karanganyar. Pada periode 1917-1930 ada tiga Bupati yaitu KRMT. Hardjohasmoro, RMT Sarwoko Mangoenkoesumo dan RMT Darko Sugondo.
Berdasarkan Rijksblaad Mangkunegara tahun 1923, no. 10, Kabupaten Karannganyar dibagi menjadi tiga wilayah Kawedanan yaitu :
1.      Kawedanan Karanganyar.
2.      Kawedanan Karangpandan.
3.      Kawedanan Jumapolo.
Ketiga Kawedanan itu dibagi lagi menjadi 14 wilayah Kapanewon (Kecamatan) yaitu :
1.      kapanewon  Karanganyar.
2.      Kapanewon Tasikmadu.
3.      Kapanewon  Jaten.
4.      Kapanewon  Kebakkramat.
5.      Kapanewon  Mojogedang.
6.      Kapanewon  Karangpandan.
7.      Kapanewon  Matesih.
8.      Kapanewon  Tawangmangu.
9.      Kapanewon  Ngargoyoso.
10.  Kapanewon  Kerjo.
11.  Kapanewon  Jumantono.
12.  Kapanewon  Jatipuro.
13.  Kapanewon  Jumapolo.
14.  Kapanewon  Jatiyoso.
Dengan penghapusan status pemerintahan Kabupaten Karanganyar  menjadi Kawedanan pada tahun 1930, maka kawedanan Karangpandan dan Kawedanan Jumapolo dirubah menjadi Kapanewon. Rijksblaad Makunegaran tahun 1930, no. 30 status Kabupaten Kaeanganyar  dihapuskan, yang kedudukannya dikembalikan sebagai Kabupaten Anom.
Pada masa pendudukan militer Jepang, 1942-1945 disebutkan bahwa daerah Karanganyar merupakan Gun (Kawedanan), di lingkungan pemerintahan Kadipaten Mangkunegaran. Status Kawedanan Karanganyar ini berubah ketika masa revolusi kemerdekaan. Pada tanggal 15 juli 1946, pemerintah pusat RI dengan Keputusan no. 16/SD/1946, keberadaan pemerintahan Kasunanan dan Kadipaten Mangkunegaran dihapuskan sebagai daerah Swapraja. Daerah Surakarta menjadi suatu Karisiddenan. Dengan perubahan ini maka daerahy Karanganyar secara otonomi dinyatakan sebagai daerah Kabupaten, dibawah pemerintah Republik Indonesia. Keberadaan Kabupaten Karanganyar dikukuhkan dengan undang-undang No. 13, tahun 1950, tentang pembentukan daerah-daerah Kabupaten dalam lingkungan propinsi Jawa tengah.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hari jadi Kabupaten Karanganyar adalah tanggal 18 Nopember 1917. Bersamaan dengan diangkatnya KRMT. Hardjohasmoro sebagai Bupati Karanganyar oleh Kanjeng Gusti Pangeran Arya Mangkunegara VII.

Komentar

Postingan Populer